Jaringan dan Komunikasi Data

Perangkat Jaringan dan Telekomunikasi

Di era modern, hampir semua komputer berkomunikasi langsung dengan komputer lain melalui jaringan. Jaringan menyediakan komunikasi yang ditingkatkan untuk organisasi dan individu, memungkinkan berbagi sumber daya dan data, serta memfasilitasi operasional perusahaan dan perdagangan elektronik.

Kebutuhan Membangun Jaringan

Untuk membangun jaringan telekomunikasi, sebuah perusahaan umumnya didasari oleh lima kebutuhan utama:

  • Berbagi sumber daya teknologi: Memungkinkan pengguna saling memakai hardware maupun software secara bersamaan.
  • Berbagi data: Krusial untuk masalah persediaan atau riset organisasi.
  • Pemrosesan data terdistribusi: Menggunakan sistem client-server di mana daya pemrosesan didistribusikan antara server pusat dan komputer client.
  • Peningkatan komunikasi: Menjadi andalan surat elektronik antar-organisasi.
  • Peningkatan jangkauan pemasaran: Menampilkan situs web (world wide web) ke khalayak luas untuk pemesanan online. 

Gambaran Umum & Elemen Kunci Telekomunikasi

Telekomunikasi adalah komunikasi jarak jauh, sedangkan jaringan adalah penghubung fisik/logisnya. Fungsi jaringan mencakup transmisi, pemrosesan, pemeriksaan kesalahan (editorial), konversi, perutean (routing), kontrol jaringan, dan antarmuka (interface). Agar jaringan beroperasi, dibutuhkan elemen-elemen kunci berikut:

Sinyal Analog, Sinyal Digital, dan Modem 

  • Sinyal Analog: Berkenaan dengan transmisi data berbentuk gelombang berkelanjutan, misalnya data pesan suara pada telepon zaman dulu.
  • Sinyal Digital: Berhubungan dengan transmisi data dalam bentuk bilangan biner, yaitu nol (0) dan satu (1), yang merupakan format asli komputer.
  • Modem (Modulator-Demodulator): Karena ada perbedaan jenis sinyal, dibutuhkan alat yang berfungsi mengubah sinyal digital dari komputer menjadi analog (modulator) agar bisa melewati kabel telepon, lalu memprosesnya kembali di tempat tujuan menjadi sinyal digital (demodulator).

Kecepatan, Arah, dan Media Transmisi 

  • Kecepatan: Diukur dalam bandwidth, baud, Hertz (Hz), dan bit per second (bps).
  • Arah (Saluran): Dibagi menjadi simplex (satu arah), half-duplex (dua arah bergantian), dan full-duplex (dua arah bersamaan).
  • Media Transmisi Fisik: Meliputi kabel twisted-pair (UTP), koaksial (coaxial), serat optik (fiber optic yang pakai pulsa cahaya), nirkabel (wireless radio), hingga satelit.

Topologi Jaringan


Topologi adalah cara menyusun dan menghubungkan perangkat secara fisik/logik agar sinyal dan paket data dapat mengalir. Tujuh topologi dasar meliputi:

  • Point-to-point: Sederhana, menghubungkan dua komputer langsung.
  • Bus: Satu panjang kabel utama dibagikan (sebagai tulang punggung) ke semua perangkat jaringan. Sangat sederhana namun rentan jika kabel utama terputus.
  • Ring (Cincin): Mirip dengan bus, hanya saja kedua ujung kabel dihubungkan satu sama lain membentuk lingkaran.
  • Star (Bintang): Kabel memancar dari perangkat pusat (seperti switch atau mainframe) ke semua perangkat lain.
  • Tree (Pohon): Berbentuk hierarki dari pengontrol atas ke komputer yang lebih kecil.
  • Mesh: Tiap perangkat terhubung ke banyak rute. Tahan kegagalan tapi mahal.
  • Hybrid: Gabungan dari topologi fisik dan logis yang ada.

Jenis Jaringan (Cakupan Geografis)

Jaringan telekomunikasi diklasifikasikan berdasarkan luasnya:

  • LAN (Local Area Network): Jaringan yang hanya mencakup wilayah lokal (tidak lebih dari 3–5 km). Sering menggunakan ethernet UTP atau Wi-Fi.
  • MAN (Metropolitan Area Network): Jaringan komputer yang mencakup wilayah seluas kota besar (hingga 50 km). Contohnya jaringan yang mencakup area Jakarta.
  • WAN (Wide Area Network): Jaringan area luas yang bisa mencakup negara bahkan benua. Memerlukan saluran telekomunikasi seperti Direct Distance Dialing (DDD), satelit, leased lines atau Virtual Private Network (VPN).

Internet, Intranet, dan Cara Akses


  • Internet: Jaringan menggunakan protokol TCP/IP dan koneksi gateway ke lebih banyak jaringan global, yang di dalamnya menyediakan fitur seperti surat elektronik (e-mail), FTP (File Transfer Protocol), dan WWW (World Wide Web).
  • Intranet: Putaran dari keberhasilan internet yang diterapkan khusus beroperasi di dalam organisasi yang menggunakan protokol TCP/IP. Sama seperti internet namun tidak dapat diakses bebas oleh pihak luar.
Saat ini pengguna biasa mengakses internet melalui sambungan broadband (kecepatan tinggi yang menggabungkan DSL, modem kabel, satelit, dan serat optik) atau dial-in tradisional.

Standar Protokol Jaringan (OSI vs TCP/IP)

Agar perangkat dari vendor yang berbeda bisa berkomunikasi, diciptakan model referensi protokol. Ada dua model utama:

Model OSI (Open System Interconnection)

Model referensi konseptual (standar internasional ISO) yang dibagi menjadi 7 lapisan (layer) yang independen:

  • Physical layer: Lapisan terbawah, mentransmisikan bit (0 dan 1) lewat kabel.
  • Data-link layer: Membungkus bit jadi frame, melakukan pengecekan kesalahan, dan menggunakan alamat fisik (MAC Address).
  • Network layer: Memecah frame jadi packet, menangani alamat IP, dan mengatur perutean (routing) antar jaringan.
  • Transport layer: Bertanggung jawab atas pengiriman end-to-end (segmentasi) dan kontrol aliran data.
  • Session layer: Membangun, memelihara koneksi, dan autentifikasi.
  • Presentation layer: Translasi, kompresi, dan enkripsi data agar siap dibaca.
  • Application layer: Paling atas, berinteraksi langsung dengan software/pengguna akhir.

Model TCP/IP (Transmission Control Protocol / Internet Protocol)

TCP/IP adalah protokol jaringan yang menjelaskan bagaimana membangun hubungan dan interaksi jaringan. TCP/IP secara praktis diadopsi sebagai standar internet karena lebih ringkas, di mana protokol ini hanya memiliki empat (4) lapisan/layer, yaitu:

  • Application layer: Lapisan atas pengontrol aplikasi (HTTP, FTP, DNS).
  • Transport layer: Pemeliharaan komunikasi antar-host.
  • Network layer: Menangani IP (batas jaringan independent).
  • Physical layer: Transmisi perangkat keras (data link/hardware).

Rangkuman Sistem Informasi Manajemen: Data dan Pengelolaannya

Di era modern, data diakui sebagai komponen teknologi informasi keempat yang sama pentingnya dengan perangkat keras, perangkat lunak, dan jaringan. Data adalah sumber daya informasi yang sangat penting bagi perusahaan karena terdiri atas fakta dan informasi yang dikumpulkan organisasi, dapat menjadi salah satu aset vital perusahaan, serta dapat membantu manajer dalam pengambilan keputusan strategis. Data yang berkualitas sangat penting karena kelak akan menentukan baik-buruknya keputusan yang diambil dan menyangkut nama baik serta reputasi perusahaan.

Aspek Teknis Pengelolaan Sumber Data

Untuk mengelola data dengan efisien, organisasi harus memahami elemen-elemen teknis berikut: 

  • Model Data: Merupakan peta yang menunjukkan hubungan antara entitas data yang terkait satu dengan yang lain, misalnya pelanggan, pesanan, produk, vendor, pasar, dan karyawan.
  • Pemodelan Data: Terdapat dua pendekatan, yaitu top-down dan bottom-up. Pedoman utama yang digunakan terkait dengan pemodelan data ini meliputi penetapan Tujuan (objective), Cakupan (scope), dan Waktu (timing).
  • Pemrograman Basis Data: Pengolahan data sering kali menggunakan database relasional, yang merupakan pendekatan manajemen data yang umumnya ditulis menggunakan bahasa komputer generasi ketiga (3 GL).

Tingkatan Data dan Aplikasi Pengelolanya

Ruang lingkup data sangat luas dan terbagi menjadi beberapa jenis, di antaranya adalah data lokal, data logika, dan data yang dibagi (shared data). Berdasarkan perannya, aplikasi perangkat lunak untuk mengelola data diklasifikasikan menjadi:

  • Pengambilan data (data capture): Aplikasi untuk mengumpulkan data dan mengisi database. 
  • Transfer dan integrasi data: Aplikasi yang memindahkan data dari satu database ke database lain (atau kumpulan data dari berbagai basis data) untuk memenuhi beberapa kebutuhan pemrosesan.
  • Analisis dan presentasi data: Aktivitas untuk menyediakan data dan informasi kepada orang-orang yang berwenang atau berkepentingan.

Standardisasi dan Proses Manajemen Data

Agar data bisa dimanfaatkan secara konsisten oleh semua pihak, data harus distandardisasi melalui Pengidentifikasi (identifier), Penamaan, Definisi, Aturan integritas, dan Hak penggunaan. Selain itu, manajer harus terlibat dalam tahapan Proses Manajemen Data, yang poin terpentingnya meliputi: 

  • Perencanaan Data: Tahap awal untuk mengidentifikasi data mana yang diperlukan, di mana data tersebut digunakan dalam bisnis, bagaimana mereka akan digunakan, dan berapa banyak data diharapkan akan terlibat
  • Menentukan Sumber Data, memperoleh, dan menjaga kualitasnya.
  • Menginventarisasi data dan membuat data Bisa Diakses. Salah satu tujuan utama dari gudang data (data warehouse) pada tahap ini adalah agar data dapat diatur dan disimpan sedemikian rupa sehingga informasi dapat diakses dengan mudah oleh pihak-pihak yang membutuhkan.
  • Melindungi, memulihkan (recover), hingga menentukan retensi (masa simpan) dan membuang data yang kedaluwarsa.

Kebutuhan Data Skala Besar

Kebutuhan data masa kini tidak bisa dihindari, sehingga memunculkan berbagai sistem berskala besar:

  • Komputasi awan (Cloud computing): Penyediaan sumber daya gabungan (server, storage, jaringan) yang disewa secara virtual melalui internet.
  • Gudang Data (Data warehouse): Kumpulan model data terstruktur.
  • Danau Data (Data lake): Platform berisi data yang tidak terstruktur dari berbagai sumber dengan ukuran masif (mencapai petabyte hingga exabyte).
  • Layanan mikro (Microservices): Pendekatan yang memecah aplikasi menjadi komponen kecil yang saling berkomunikasi melalui antarmuka API (Application Programming Interface).



Catatan Pembaca & Penafian (Disclaimer)

Artikel ini merupakan catatan pribadi dan ringkasan materi perkuliahan saya sebagai mahasiswa di Universitas Terbuka. Tulisan ini dibuat dan dipublikasikan semata-mata untuk tujuan pendidikan, pengarsipan materi belajar mandiri, serta berbagi wawasan akademik, bukan untuk tujuan komersial.

Seluruh gagasan dan materi inti di dalam artikel ini disarikan secara langsung dari sumber acuan perkuliahan berikut:

  • Buku Materi Pokok (BMP) EMBS4321 Sistem Informasi Manajemen (Edisi 1), Modul 3: "Jaringan dan Komunikasi Data". Penulis: Drs. Yong Dirgiatmo, M.Sc., Ph.D. Penerbit: Universitas Terbuka (Copyright © 2024).

Hak cipta atas substansi materi asli sepenuhnya milik penulis dan Universitas Terbuka. Tulisan di blog ini tidak bermaksud melanggar hak cipta, melainkan merangkum inti sari pembelajaran. Sesuai ketentuan, dilarang mengutip sebagian atau seluruh isi dari buku aslinya untuk kepentingan komersial tanpa izin penerbit. Apabila terdapat kekeliruan dalam penulisan atau penyimpulan makna di artikel ini, hal tersebut murni keterbatasan saya dalam proses merangkum materi.

Posting Komentar untuk "Jaringan dan Komunikasi Data"